19 December 2012

Aneka Jenis Kursi Rotan

Posted by Unknown On Wednesday, December 19, 2012 5 comments

KURSI ROTAN adalah sarana duduk yang dirancang dan diproduksi dengan menggunakan bahan baku rotan, baik rotan alami atau rotan sintetis, termasuk bahan eceng gondok, pelepah pisang, maupun pandan. Fungsi kursi, selain untuk sarana duduk, juga sebagai simbol sosial dan perangkat estetis atau keindahan untuk sarana interior dan eksterior rumah. Oleh sebab itu, fungsi kursi tersebut sebaiknya tercermin di dalam nilai-nilai desain yang ideal, termasuk di dalamnya karakteristik gaya kursi rotan.

Bentuk rupa, fungsi, warna finishing, jenis bahan, tekstur, hiasan, anyaman, proporsi, bentuk ergonomis, ukuran antropometris, dan elemen-elemen estetik lainnya menjadi alat visual yang sangat vital di dalam pencapaian nilai-nilai desain interior dan eksterior.

Furnitur Rotan Bercampur dengan Eceng Gondok

Posted by Unknown On Wednesday, December 19, 2012 2 comments
Bahan untuk membuat kursi dari eceng gondok, pandan (seagrass), pelepah pisang, kulit sapi, dan plastik (rotan sintetis)
Tak ada rotan, bahan lain pun jadi. Di dalam perkembangannya, kursi rotan tidak terikat oleh keberadaan bahan baku rotan. Walaupun tetap menggunakan bahan dasar rotan, para perajin mulai kreatif menggunakan alternatif bahan lain, sehingga desain tampak lebih variatif. Sejak awal tahun 1990-an, para perajin di sentra-sentra industri furnitur rotan mulai berani membuat kursi dari eceng gondok, pandan (seagrass), pelepah pisang, kulit sapi, dan plastik (rotan sintetis). Bahan-bahan tersebut dikombinasi dengan rotan. Pada umumnya, eceng gondok, pandan, pelepah pisang, dan plastik dianyam, dililit, atau dikepang untuk keperluan sandaran dan dudukan kursi.

18 December 2012

Jenis Rotan Tohiti

Posted by Unknown On Tuesday, December 18, 2012 1 comment

Rotan tohiti digunakan untuk rangka pembuatan furniturROTAN TOHITI yaitu rotan tohiti dan rotan telang. Panjang maksimal rotan tohiti mencapai 4 meter dengan diameter sampai 24 mm Dan diameter 25 sampai 30 mm. 7. Kelompok rotan jenis lainnya yang tak tercantum di atas rotan tohiti (Calamus inops Becc) secara alami tumbuh seperti rotan batang (Daemonorops robustus Warb) yang di daerah berbukit dan ditemukan hampir di seluruh tumbuh di daerah Sulawesi dan menyukai tanah yang daratan Sulawesi. Rotan ini tumbuh secara tunggal (tidak berbatu dan berpasir dengan ketinggian 10 m - 900 m di berumpun). Perkembangbiakannya hanya melalui biji. atas permukaan laut Rotan ini tumbuh secara berumpun dan Rotan ini mempunyai permukaan batang berwarna kuning jumlah tiap rumpun dapat mencapai 90 batang.

Jenis Rotan Sega

Posted by Unknown On Tuesday, December 18, 2012 1 comment
Jenis rotan yang sangat kuat dan elastis, mudah dibentuk sesuai dengan keinginan
ROTAN SEGA yaitu rotan sega (taman), rotan sega air (ronti), rotan sega badak, rotan irit/jahab. Rotan sega atau taman (Calamus caesius Blume) banyak tumbuh di daerah Kalimantan Tengah. Rotan ini mempunyai beberapa nama daerah, yakni rotan sega (Aceh), rotan segue (Gayo), rotan sego (Sumatra Barat), rotan sega benar/segabuah atau C. optimus dijumpai di Borneo (Sabah, Brunei, Sarawak, Kalimantan). Rotan taman tumbuh di daerah yang kering dan di dataran rendah yang kering sampai berbukit-bukit. jenis rotan ini sudah sejak lama dibudidayakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah yang berdiam didaerah sungai Mentaga, sungai Katingan, sungai Kahayan dan daerah lainnya.

Rotan sega tumbuh

15 December 2012

Jenis Rotan Manau

Posted by Unknown On Saturday, December 15, 2012 No comments

Rotan manau memiliki sifat padat, keras dan kokoh.
MENURUT pakar rotan, janumirno (2010: 171) sampai saat ini jenis rotan yang sudah dikenal sebanyak 15 suku. Indonesia memiliki 8 suku, yakni Calamus, Daemonorops, Khorthalsia, Plectocomia, Ceratolobus, Plectocomiopsis, Myrialepis, dan Calospatha. Dari 8 suku tersebut, totalnya mencapai sekitar 306 jenis. Menurut penelitian Dransfield, penyebaran rotan meliputi Kalimantan sebanyak 137 jenis, Sumatra 91 jenis, Sulawesi 36 jenis, jawa 19 jenis, Irian 48 jenis, Maluku 11 jenis, Timor 1 jenis, dan Sumbawa 1 jenis. Rotan yang benar-benar memiliki sifat dan memenuhi syarat serta kualitas baik berjumlah 128 jenis. Dari jumlah tersebut, rotan yang memiliki nilai komersial tinggi berkisar 28 jenis.

Sumber informasi bahan baku rotan diolah berdasarkan penelitian yang disusun oleh J. Dransfield dan Manokaran, ed. (1996), dalam bukunya "Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 6: Rotan" serta buku berjudul "Rotan Indonesia" yang ditulis oleh januminro (2010). Ada tujuh kelompok rotan yang biasanya digunakan sebagai bahan baku produk rotan. Setiap kelompok memiliki beberapa jenis rotan dengan nama atau istilah yang sudah dikenal dunia perdagangan rotan. jenis dan spesifikasi bahan baku rotan ini hanya dibahas sebagian saja sebagai informasi.

Karakteristik Rotan

Posted by Unknown On Saturday, December 15, 2012 3 comments

Karakteristik rotan yang sangat lentur membuatnya mudah dibentuk sesuai dengan keinginan
ROTAN itu sangat unik, panjang batangnya dapat mencapai 100 meter atau lebih walaupun diameternya hanya sebesar ibu jari tangan atau ibu jari kaki. Bentuk tanaman rotan memang tidak menarik karena sebagian besar terbalut pelepah yang berduri tajam. Batang rotan juga memiliki keuletan dan kekenyalan yang luar biasa. Karena keuletan dan kekenyalannya itu, batang rotan dapat dibuat berbagai bentuk, seperti perabot rumah tangga atau hiasan-hiasan lainnya (Janumirno, 2010:20).

Lebih lanjut janumimo, pakar rotan, menguraikan bahwa ciri umum batang tanaman rotan berbentuk memanjang dan bulat seperti silinder atau segi tiga. Bila rotan dibelah dua akan menjadi bagian yang setangkup. Batang tanaman rotan terbagi menjadi ruas-ruas yang setiap ruas dibatasi oleh buku-buku. Pelepah dan tangkai daun tanaman rotan melekat pada buku-buku tersebut.

Potensi Rotan Indonesia

Posted by Unknown On Saturday, December 15, 2012 No comments

Rotan sebagai bahan dasar furniturROTAN adalah tumbuhan palm yang merambat, memanjat, dan berduri. Rotan juga dikenal sebagai tumbuhan hutan tropik dan subtropik yang sangat subur pertumbuhannya. Tumbuhan ini merupakan sumber rotan batangan untuk industri furnitur rotan. Kebanyakan rotan batangan yang memasuki perdagangan dunia dikumpulkan dari tanaman yang tumbuh liar di berbagai bagian negara-negara Asia Tenggara. Indonesia memiliki keanekaragaman rotan terbanyak di Asia Tenggara. Rotan merupakan hasil hutan yang paling penting setelah kayu (Dransfield, 1974). Menurut Djaso Saputra (pengusaha rotan Cirebon) rotan adalah 'gulma' yang 'wajib ditebang' karena termasuk tanaman yang tumbuh liar di kawasan hutan tropis.

Manfaat rotan sebagai bahan baku pembuatan perangkat interior, khususnya kursi rotan sangat berkaitan dengan kreativitas dan keterampilan tangan para pembuatnya. Tangan-tangan terampil yang mengalir dari tradisi itu telah banyak menghidupi banyak orang dan karya-karyanya telah tersebar di dalam tatanan interior rumah-rumah asri di berbagai negara. Saat ini, ada kecenderungan konsumen di Eropa, Amerika, dan Asia yang terpesona dan 'melirik' produk kursi yang terbuat dari bahan alami, seperti rotan dengan sentuhan tradisi dan ramah lingkungan.